“Kesempatan”…ya seolah menjadi sebuah magic word bagi hampir semua orang. Apalagi ini kesempatan yang bisa dibilang jarang-jarang muncul setiap waktu. Tentunya akan banyak ragam gaya menangkap dan memanfaatkan peluang tersebut, apalagi bila kesempatan ini adalah kesempatan yang dapat memberikan income a.k.a pendapatan.
Akhir-akhir ini dengan terbukanya era informasi, ambil contoh dengan mudahnya akses internet seakan semakin memberikan efek ganda terhadap apa yang dinamakan “kesempatan”. Menjadi hal yang wajar ketika kesempatan muncul maka akan berbanding lurus dengan pencari kesempatan, nah inilah yang seharusnya juga digaris bawahi oleh para pencari kesempatan menyikapi keadaaan tersebut. Beberapa kejadian ketika orang memanfaatkan kesempatan tanpa mencernanya terlebih dahulu biasanya mendapatkan hasil yang tidak sesuai harapan. Hal yang biasa terjadi adalah ketika seseorang memanfaatkan kesempatan tanpa mempertimbangkan faktor resikonya, terutama karena sudah silau terlebih dulu dengan kemilau keuntungan yang akan diperoleh maka wajar kekecawan yang muncul ketika hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan harapan. Memang sesuatu hal yang lumrah ketika sesuatu yang dinamakan “kesempatan” itu maka yang akan muncul dalam cerita-cerita selanjutnya adalah mengenai keindahan dan keuntungan ketika menangkap peluang itu sesegera mungkin, kalau bisa seolah-olah pencari kesempatan ini tidak diberikan waktu untuk berfikir dengan tenang tentang kesempatan yang tengah ditawarkan.
Untuk itu tidak ada ruginya ketika sebuah penawaran “kesempatan” itu datang maka hal pertama yang harus jadi pertimbangan adalah faktor “risc per reward” nya. Kenapa faktor resiko yang ditaruh di depan?….ya, menurut hemat saya akan menjadi lebih bijaksana ketika seseorang yang tertarik terhadap “kesempatan” –apapun itu- paling tidak mengetahui terlebih dulu resiko apa yang akan terjadi ketika kesempatan yang dijalankan tidak berjalan sesuai dengan harapan, apakah seseorang tersebut mampu menanggung resikonya atau tidak. Lalu bagaiman dengan potensi reward atau keuntungannya?….itu juga hal yang penting diperhatikan bagi pencari kesempatan ini, karena apapun yang kita lakukan pada dasarnya adalah memanfaatkan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan, yang harus disadari bahwa potensi keuntungan biasanya sebanding dengan resikonya.
Dari hal-hal tersebut maka ada baiknya kita dapat secara tenang memikirkan terlebih dulu “risc per reward” yang dapat kita peroleh semisal kita menjalankan kesempatan yang ada. Bukan berarti kita menunda-nunda atau bahkan menolak kesempatan yang ada, namun lebih kepada mempersiapkan terutama mental kita ketika memang mantap untuk menjalankan kesempatan yang ada. Kalo mau dijabarkan lebih sederhana lagi adalah pada intinya yang akan menanggung hasil (baik itu keuntungan maupun resiko) adalah individu yang memanfaatkan kesempatan itu. Jadi apabila ada seseorang yang memanfaatkan kesempatan namun belum mendapatkan hasil yang sesuai dan mulai mencari kambing hitam maka sepertinya kita sudah bisa menilai siapa yang sebenarnya melakukan kesalahan karena tidak siap menerima konsekuensi atas keputusan yang dibuat.
Mari kita sikapi kesempatan yang ada dengan bijak.
Semoga bermanfaat.
Kita Tidak Sendiri
